Puisi : NAFSU BIRAHI YANG KHILAF

- February 04, 2018



Kemarin wanita itu masih mencari cara..
apa yang bisa membuatnya .....
sang lelaki idaman tertarik padanya.
Maka dipendekkannya roknya..
disingkapnya belahan dada..
disintalkannya payudara..
dipertebalkannya riasan muka..
digemulaikannya lekuk tubuhnya..
dan digenitkannya tutur kata.

Wanita itu berhasil berteman.
Sang lelaki idaman menidurinya semalaman.

Jleb! adalah bunyi sembilu menembus kalbu
sebagai mula jiwa yang membisu
Jleb! adalah dentum emosi yang berpacu
sebelum mulutmu mendesah seru
Jleb! adalah suara kaki menginjak paku
sebelum tubuhmu bergelinjang ngilu
Jleb! adalah geliat si gundul  di balik kelambu
selagi cinta menjelma nafsu
Jleb! adalah kamu
sebelum aku menggubah puisiku
Bidadarariku....kita jleb-jleban sampai lupa waktu
selama Jleb! adalah lepaskan rindu

Namun paginya tersirat....
sang lelaki mohon maaf....
semalam hanya khilaf.







EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

Start typing and press Enter to search