NAPAS HU DAN RASAKAN EFEKNYA PADA HATI DAN TUBUH KITA

- February 04, 2018
Amalkan 2x dalam 24 jam, YAITU (siang 1x, malam 1x)
Awal mulai sebaiknya dalam keadaan masih belum batal wudlunya
Tarik nafas dengan kalimah HU,....... kemudian tahan,...... 
disaat menahan baca dalam hati kalimah ini =
'USALLI  LAM  JALALAH, Ruh aku ruh Allah, rahasiaku rahasia Allah, 

kedudukanku mengadap kiblat baitullah, 
ALLAH HU LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH' 
-- Kemudian hembuskan nafas dengan kalimah : ALLAH,

ULASANNYA BEGINI :   


Yang sebenar-benarnya AKU itu nyata pada DIRIMU, 
kepada Sifat yang disifatkan, 
Maka karamkanlah DIRIMU dalam lautan tidak bertepi itu niscaya yang ada bukan lagi ENGKAU atau AKU MU tetapi AKU DZAT yang melahirkan segalanya, 
Aku dalam rupamu Yakni SifatKu Yang Nyata dalam KelakuanMu, 
Engkau Tiada UPAYA dan KEKUATAN untuk melakukan segala gerak itu malahan Engkau melakukan atas Kurnia dan Rahmatku semata-mata 

Kenapa engkau masih merasa ada kewujudan dalam hidup ini sedangkan WUJUD itu adalah Aku semata-mata, Yang mengerjakan kelakuanmu itu Aku atas Kudrat dan IradatKu, Yang menentukan waktu pun Aku, Aku punya Ilmu, Tanpa itu Engkau Tiada, Aku sengaja menyatakan DIRIKU padamu dan Aku memuji DiriKu diatas lidahmu. 

Jangan sekali-kali ada rasa didalam hatimu bahwa engkau mempunyai kemampuan untuk memujiKu, Ketahuilah bahwa engkau adalah hambaKu yang FAKIR berhak menerima PemberianKu dengan kasih dan sayangku akan kupersembahkan sedikit rahasia tentang DIRIKU pada MU 

sebenarnya lafas ALIF-LAM-LAM-HA mengandungi seribu satu rahasia tersirat, hanya yang mengaji dan mengkaji jualah yang mengerti rahasia sebenarnya, Kata Para Wali dan Alim Ulama bahwa lafas ALLAH inilah yang sebenar-benarnya rahasia, terletak ia didalam dirimu 
.
1 LA ( Lam Alif ) : 
Ucapan bagi Tubuhmu, menjaga kulit dan bulumu, Qalbi kepada Baitullah 
.
2 ILAAHA ( Alif Lam Ha ) : 
Ucapan bagi Hatimu, penjaga daging dan darahmu, Qalbi kepada Baitul makmur 
.
3 ILLA ( Alif Lam Alif ) : 
Ucapan bagi Nyawamu, penjaga urat dan tulangmu, Qalbi kepada Arasy 
.
4 Allah ( Alif lam Lam Ha ) :
Ucapan kepada Rahasiamu, penjaga urat dan sumsum Mu, Qalbi kepada Allah 

Tarik nafas dengan kalimah HU, kemudian tahan, disaat menahan baca dalam hati kalimah ini
'USALLI LAM JALALAH, Ruh aku ruh Allah, rahasiaku rahasia Allah, kedudukanku mengadap kiblat baitullah, ALLAH HU LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH' 
kemudian hembuskan nafas dengan kalimah ALLAH, amalkan 2x dalam 24 jam, (siang 1x, malam 1x) 


ALIF itu adalah AHDIAH DZAT :
LA TAAYUN pun aku, SIRRULLAH pun aku juga, Inilah ASAL NIAT yang tiada huruf dan tiada suara, Inilah USALLI artinya Aku sifatnya NAFSI WUJUD 

Adapun ALIF itu dalil menyatakan maknanya DZAT, mertabat INSAN dan AHADIAH, Dengan kebesaran ALIF ini maka jadilah LAM yakni dengan kebesaran dan kekayaan SIFAT DZAT, Artinya ESA pada pihak TANZIL 

LAM AWAL atau ALIF DIATAS : 
Adapun ALIF DI-ATAS itu dalil menyatakan SIFAT huruf ALIF diatas, Maka jadilah LAM AWAL maknanya SIFATKU SEMATA-MATA, mertabatnya WAHDAH Yakni TA'AYUN AWAL, Artinya NYATA AKU YANG PERTAMA Yakni TAJALLI SIFATKU (Allah), Menjadi NUR MUHAMMAD - AIN SABITAH - WUJUD IDHAFI - INSAN KAMIL pun aku juga, Menanggung NamaNya ALLAH,
Inilah asal yang sebenarnya SIFAT MAANI 

LAM AKHIR atau ALIF DIBAWAH : 
Adapun ALIF Di-bawah itu dalil menyatakan ASMA'KU, Huruf ALIF dibawah menjadi LAM AKHIR maknanya ASMA' Martabat WAHIDIAH yang bernama ALLAH Yakni TA'AYUN TSANI, Artinya NYATA YANG KEDUA Maka Tajallilah RUH ADAM dengan kebesaranku, kelimpahan Ruh inilah menjadi Tubuh Adam daripada huruf Alif Di-Atas 

Maka huruf ini Maknanya DZAT ALIF Di-Atas Maka jadilah LAM AWAL, Maknanya Sifat ALIF dibawah Maka jadilah LAM AKHIR maknanya ASMA' ALIF didepan Maka jadilah maknanya AF'AL, Maka 4 huruf itu adalah empat Sifat ALIF LAM LAM HA 

Pertama RUH JASMANI Yaitu TUBUHKU Yakni DIRI TAJALLI 

Kedua RUH RUHANI Yaitu HATIKU Yakni DIRI TERPERI 

Ketiga RUH IDHAFI Yaitu NYAWAKU Yakni DIRI YANG TERPERI 

Keempat RUH AL-QUDDUS Yaitu RAHASIAKU Yakni DIRI YANG WUJUD 

Maka Adapun Nama ALLAH itu jadi TUBUH padamu, Tubuh kepada ALLAH itu jadi NYAWA padamu, Hati kepada Allah itu jadi NYAWA kepadamu, Nyawa kepada Allah itu jadi RAHASIA kepadamu 
.
Maka Adapun yang bernama TUBUH itu PERBUATAN yang datang daripada HATI, Perbuatan Hati datang daripada Nyawa, Perbuatan Nyawa datang daripada Rahasia, Perbuatan Rahasia datang daripada AF'ALKU (Allah) 
.
Maka Adapun yang bernama MATA itu ialah untuk MELIHAT, 

dan orang yang melihat itu tempatnya pada MATA HATI pada JANTUNG, 
Didalam Jantung ada FUAD, 
Didalam Fuad ada CAHAYA,
Didalam Cahaya ada RAHASIA,
Didalam Rahasia itu adalah Seperti Firman Allah yang berbunyi :
'Al Insanu Sirri... Wa Ana Sirruhu, 
Insan itu adalah rahasiaKu dan Akulah rahasianya'


Dzikir Allah pada dirinya secara hakikat, tak ada dzikir 'ALLAH' kecuali hanya 'ALLAH' dan tak ada yang mengenalNya selain DIA, tak ada yang berhak ditunggalkan kecuali hanya bagiNya, sedangkan DzikirNya pada DiriNya Sendiri adalah firmanNya :
'Sungguh Dzikirnya Allah adalah (dzikir) Terbesar'
.
Dzikirnya Allah Yang Maha Agung nan Luhur pada DiriNya adalah Dzikir paling besar dan paling agung, paling sempurna, dibanding dzikirnya makhluk kepadaNya
.
Adapun Ma'rifatNya terhadap DiriNya adalah firmanNya :
'Dan mereka tidak mampu mengukur Allah sebagaimana mestiNya.'
Allah Ta'ala-lah Yang Maha Mengenal kesempurnaan DzatNya dan keagungan SifatNya
.
Selain Dia, tidak mampu, apalagi hanya sebagai makhlukNya, Bagaimana seseorang bisa mengenal salah satu sifat dari Sifat-sifatNya?Sedangkan TauhidNya pada DiriNya, adalah firmanNya :
'Allah menyaksikan sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Dia.'
.
Maka, Dialah Yang Maha Mengetahui dengan TauhidNya secara hakiki dan paripurna, Sedangkan tauhidnya makhluk, hanya terjadi setelah TauhidNya pada DiriNya Sendiri, lalu kemudian melimpahkan dari Cahaya TauhidNya sedikit saja pada para MalaikatNya yang yang diberi pengetahuan menurut kadar masing-masing
.
Apa yang sudah dibagikan kepada makhluk adalah bagian menurut ilmuNya yang sudah ada sejak di zaman azali, Maka WujudNya dikenal melalui Cahaya tauhidNya, bukan dengan Dzat diri tauhidNya
.
Setiap orang yang mengenalNya senantiasa tidak mampu mengenalNya, sedangkan ma'rifat itu ada di dalam tauhid, Karena ma'rifat itu sifatnya langsung, yaitu pangkal ma'rifat, Ibaratnya ma'rifat langsung itu seperti lampu di dalam matahari dan menyebarnya cahaya pada matahari itu, Karenanya disebut sebagai tauhid paling sempurna adalah penancapan tauhid dalam akal
.
Kekuatan akal menjadi faktor argumentasi dan penetapan bukti dalam hati, yang lebih berhak mandiri dalam rasa yaqin, serta paling jelas menampakkan dalam argumen dan diskripsi yang berpadu dalam hati.
Tak satu pun orang yang menemukan dengan bukti dari bukti-bukti langsung dirinya, dan mewujudkan hakikat dengan benar serta kritik yang benar dibanding penemuan akalnya yang tanpa mengekor maupun tanpa skeptis, Sehingga tidak ada lagi sangkaan dan keraguan
.
Sebab bertaklid dalam tauhid itu akan jauh dari anugerah, tidak berguna dan tidak bermanfaat, Sebab taklid itu sendiri merupakan pengekoran jejak orang lain tanpa mengenal bukti, kenyataan dan dalil Tak ada yang rela pada taklid kecuali orang yang pemahannya bodoh, keras wataknya, bebal pikirannya, bodoh dan hina, terjauhkan dan terhijab, terdampar dan terabaikan dalam kerusakan, Semoga Allah SWT melindungi engkau dan kalian semua dari tirai sifat seperti itu, dan menjadikan kalian semuanya sebagai ahli pengetahuan, pemahaman dan hakikat serta ma'rifat bersama anugerahNya
.
Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudry ra dari Nabi SAW, beliau bersabda :
'Qalbu itu ada empat :
Qalbu putih susu yang didalamnya ada lampu yang memancarkan cahaya, itulah qalbu orang beriman,
Dan qalbu hitam terbalik, itulah qalbu orang kafir,
Dan Qalbu yang tertutup yang terikat pada tutupnya, itulah qalbu orang munafiq,
Dan Qalbu yang bermuka dua, di dalamnya ada iman dan kemunafikan,
Iman di sini ibarat tumbuhan sayur yang mengalirkan air yang bagus, Sedangkan munafik di sini ibarat luka bernanah yang menimbulkan kuman, Dari dua materi itu manakah yang lebih menang, maka hukumnya diberlakukan (apakah ia mukmin atau munafik)'
.
Sayyidina Ali Semoga Allah memuliakan wajahnya- ra : 'Qalbu putih susu adalah karena proses pemutihannya yang dilakukan melalui zuhud di dunia dan menyingkirkan hawa nafsunya, Sedangkan lampu yang memancarkan cahayanya adalah cahaya yaqin dimana rasa yaqin tampak jelas'
.
Sebagian sufi menegaskan Qalbu putih susu adalah pembersihan qalbu melalui tauhid dari segala bentuk keraguan, kebimbangan dan taqlid, dan pengasingannya dari segala hal selain Allah SWT
.
Adapun qalbu yang terbalik adalah qalbu yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya (dan Allah membiarkan sesat menurut IlmuNya), lalu Allah membalikkannya sehingga pandangan langsungnya terhadap ilmu tauhid terbalik, dengan memandang kegelapan pemikiran dan kemusyrikan
.
Inilah yang dikatakan sebagaian 'arifin, 'Kegelapan paling gulita adalah kegelapan ilmu dan kebodohan terbodoh adalah kebodohan taqlid.'
.
Qalbu yang tertutup adalah qalbu yang tertirai melalui kegelapan gulita kebodohan taqlid, jauh dari memandang matahari Nubuwwah dan Tauhid
.
Allah SW berfirman : 'Mereka berkata : 'Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganuti dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapatkan petunjuk dengan mengikuti jejak mereka.'
.
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu mengatakan, 'Sesungguhnya kami dapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikut jejak mereka.'
(Alz-Zukhruf : 23-24)
.
Dan bila ditanya pada mereka, 'Ikutilah apa yang yang telah diturunkan Allah…' Mereka menjawab, '(Tidak), namun kami mengikuti apa yang telah kami dapatkan dari bapak-bapak kami.'
.
Qalbu yang bermuka dua adalah qalbu yang penuh keraguan, mondar-mandir antara hawa nafsu dan cermin pengetahuannya,dengan aib rasa aman dan aktifitasnya, Riya' sendiri adalah syirik, dan syirik itu menghapus amal, Riya' terbesar adalah orang yang memamerkan iman

Allah SWT Berfirman : 'Diantara manusia ada orang yang cukup membuatmu kagum ucapannya dalam hal kehidupan dunia dan dipersaksikan kepada Allah atas apa yang ada di hatinya, padahal ia adalah penantang paling keras.'
(Al-Baqarah : 204)
.
'Dan mereka tidak melakukan sholat melainkan mereka itu pemalas.' 'Maka celakalah bagi orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai sholatnya, Yaitu mereka yang berbuat riya' dan mencegah membayar zakat (menolong orang-orang miskin).'
(Al-Maa'un: 4-7)
.
Jika disimpulkan dimanapun posisi qalbu senantiasa berfungsi sebagai penegas, bukan perusak, Dikatakan, bahwa Qalbu dalam kekuatan cahaya dan tauhidnya serta pancaran sinarnya, ibarat cahaya lampu, dalam lampu itu qalbu, Airnya adalah akalnya qalbu, Sedangkan minyaknya merupakan tempat bagi pengetahuan qalbu yang merupakan ruhnya lampu atau pelita, Dengan ilmu yang banyak maka tumbuhlah ruh al-yaqin, yang dikukuhkan dengan ruh dari yaqin itu sendiri
.
Sedangkan sumbu lampu sebagai tempatnya iman, yang merupakan asal dan penegak iman yang melimpah darinya, Maka dengan kadar beningnya kaca lampu yang merupakan qalbu yang bersih, muncullah warna air yang merupakan akal penguat, Dan menurut kadar beningnya minyak, jernih dan meresapnya yang melebar yang merupakan ilmu, maka memancarlah cahaya an-Nuur yang merupakan tempatnya iman dalam potensinya ketika zuhud, takut dan pengghormatan kharismaNya
.
Sedangkan dengan cahaya api yang menerangi nafsu, ibarat ilmu dalam materi ketaqwaan, wara' dan ma'rifat, serta hilangnya hawa nafsu serta syahwat, Maka ilmu menjadi tempat bagi tauhid, sehingga orang yang bertauhid mandiri dalam tauhidnya menurut kadar tempatnya, Tawakal sebagai aktifitas qalbu, tauhid adalah ucapan qalbu, dan majlis tertinggi, paling mulia adalah duduk disertai tafakkur di medan tauhid.
Sepanjang qalbu meluas bersama ilmu, ia akan zuhud di dunia, lantas hawa nafsu, ambisi, imajinasi dan angan-angan jadi sirna, Imannya semakin tambah dan tauhidnya jadi sempurna, Dikatakan pula, Qalbu itu seperti istana, dan dada seperti kursinya, Maka dada meluas dengan pengetahuan iman, melebar dengan cahaya yaqin, jadilah kursi, yang meluas ilmunya secara dzohir di alam nyata, dan secara batin di alam malakut di dalam dirinya dan lainnya
Maka jadilah aliran yang melimpah dalam kema'rifatannya, berjalan penuh dengan kontemplasi nan beradab dengan akhlaq paling luhur dalam Sifat-sifatNya,
.
Sebagaimana riwayat dari Allah SWT yang berfirman (dalam hadits Qudsy) : 'HambaKu senantiasa bertaqarrub kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, Maka bila Aku mencintainya, Akulah Pendengarannya yang dijadikannya mendengar.'
.
Bila qalbu telah penuh dengan tauhid, maka qalbu jadi istana (Arasy), dengan sendirinya bersih dari sifat-sifat manusiawi, yang dimuliakan dengan Sifat-sifatNya yang Luhur di tempat yang Tinggi, sedangkan ma'rifatnya membubung di tempat paling rendah, Pandangannya jadi sempurna dengan cahaya Ismu Dzat (Allah), kedudukannya menjadi agung se agung Aras disbanding makhluk-makhlukNya
Ia berakhlaq dengan Akhlaq Allah swt, Asamul Husna jadi sifat dan karakternya, Jadilah ia lebur dalam hakikat fana dalam musyahadahnya kepada Yang Di dzikiri, bahkan fana dari dzikirnya sendiri, lalu ia dikembalikan kepada makhluk dengan membawa rahmatNya
Mengajak kepada makhluk menuju Allah Ta'ala bersama Allah SWT
.
Sebagaimana dalam hadits Qudsy : 'ArasyKu dan KursiKu dan Langit-langitKutidak ada yang memuatKu, Dan hanya hati hambaKu yang mampu memuatKu.'
.
Makna dari memuat di situ adalah manifestasi tauhid dan iman, ilmu dan ma'rifat, yaqin, cinta dan keikhlasan, sebagai anugerah dan keistemewaan dari Allah swt, Bukan yang dimaksud 'memuat' itu adalah sesuatu yang terhampar dalam khayalan, penempatan (hulul), indera dan hukum logika semata, semoga saja tulisan ini berguna untukmu.



EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

Start typing and press Enter to search