Hakekat tanpa Syariat adalah Batal, Syariat tanpa Hakekat adalah Kosong

- February 04, 2018
LAA SYARIATI FII HAQIOTI BATIILA, LAA HAAQIQOTI FII SYARIATI ATIILA
'Hakekat tanpa syariat adalah Batal, Syariat tanpa hakekat adalah kosong' 
'Kulit tanpa isi adalah Kosong, Isi tanpa kulit adalah Batal' 
Pertemuan dua lautan antara SYARIAT dan HAKIKAT,
Pertemuan dua lautan antara PIKIR dan DZIKIR, 
Pertemuan dua lautan antara AKAL dan RASA, 
Apakah sesuatu itu memiliki NILAI IBADAH, ataukah hanya ADAT atau KEBIASAAN saja, hanya TAMPAK saja, atau hanya GAMBARNYA saja sebagai GAMBAR IBADAH 


Maka ingatlah sabda Nabi : 
INNAMAL A'MALU BI NIAT
'sesungguhnya amal itu bersama niat' Maka yang membedakan sesuatu itu termasuk IBADAH atau hanya TAMPAKNYA saja IBADAH, adalah NIATNYA 
.
Apabila NIATNYA Semata-mata menjalankan PERINTAH ALLAH, maka semua apa yang kita lakukan adalah IBADAH, dan sebaliknya, seandainya NIAT kita ternyata adalah selain itu, maka meskipun WUJUDNYA, atau gambarnya atau tampaknya IBADAH, tetapi NILAI Ibadahnya adalah tidak ada 
.
SYAHADAT adalah bentuk IBADAH,
SHOLAT adalah bentuk IBADAH,
PUASA adalah bentuk IBADAH,
ZAKAT adalah bentuk IBADAH,
HAJI adalah bentuk IBADAH 
.
Tetapi seandainya bentuk-bentuk IBADAH tersebut tidak kita niatkan
'SEMATA-MATA KARENA MENJALANKAN PERINTAH ALLAH' 
maka apa-apa yang kita kerjakan hanyalah BENTUKNYA saja, hanyalah GAMBARNYA saja, hanyalah TAMPILANNYA, tidak ada nilai IBADAHNYA atau KOSONG MELOMPONG 
.
Maka ingatlah sabda Nabi :
'Nanti akan banyak umatku yang sholat tapi sebenarnya tidak sholat, Puasa tapi sebenarnya tidak puasa melainkan hanya mendapatkan lapar dan dahaga jua' 
.
Inilah yang diancam oleh ALLAH 'Neraka weil', 
diterangkan dalam ayat, 
'FAWAILULIL MUSHOLIN' 
Neraka weil bagi orang yang sholat 
.
Dan Perhatikanlah, Makan diperintahkan oleh ALLAH didalam Qur'an, minum pun juga diperintahkan oleh ALLAH didalam Qur'an,
KULU WA ASROBU
'makanlah dan minumlah' 
.
Tetapi apabila kita MAKAN dan MINUM karena LAPAR dan HAUS, dan TIDAK DISADARI atau DINIATKAN bahwa MAKAN dan MINUM kita adalah karena menjalankan PERINTAH ALLAH, maka itu hanyalah MAKAN dan MINUM karena kebiasaan, karena ADAT saja,
KOSONG dari nilai IBADAH 
.
Tetapi apabila kita niatkan SEMATA-MATA karena MENJALANKAN PERINTAH ALLAH, maka MAKAN dan MINUM kita akan menjadi IBADAH atau memiliki NILAI IBADAH 
.
Maka jagalah, dan perhatikanlah masalah NIAT, letakkan kesadaran, pada SEMATA-MATA MENJALANKAN PERINTAH ALLAH, bukan yang lainnya 
.
'Sesungguhnya Nabi Muhammad, sedetikpun tidak pernah putus hubungannya dengan Allah SWT' 
.
barang siapa sholat, maka hendak-lah tahu hal ini :
- Yang BERBUAT hanya ALLAH, 
FANA pada SIFAT
- Yang HIDUP hanya ALLAH, 
FANA pada DZAT 
.
Dzahir SIFAT ALLAH dan yang sebenar-benar SIFAT kita Yaitu ALLAH, DZAHIR DZAT ALLAH Yaitu DZAT kita yang BATIN, Bahwa Tiada yang MAUJUD hanya ALLAH 
.
SYAHADAT itu SAKSI yang disaksi ILLAHA itu TUHAN, dan ILLALLAH itu ESA 
.
SAKSI itu IKRAR dengan LIDAH, yang dipersaksikan itu tilik dalam HATI, mengaku SAKSI BADAN tempat bersaksi TUHAN HAQ SUBHANA WATA'ALA 
.
Karena ASYHADU itu TUBUH kita, ALLAH itu DARAH kita, ILAAHA itu NYAWA kita, ILLALLAH itu RUPA kita sendiri dengan dirinya 
.
ASYHADU ALLA ILLAHA ILLALLAHU MUHAMMADAR RASULULLAHU
itulah kesempurnaan syahadat,
Naik Nafas . . Turun Nafas . . Mesrakan . . 
.
Menilik . . . 
Yang diumpamakan cermin itu badan kita, dan yang diumpamakan menilik cermin itu kembalilah pandang yang cermin itu kepada yang menilik 
.
Berdiri SHOLAT ingat HATI akan ALLAH TA'ALA, AKU RAHASIA Yang memerintah RUH, 
RUH memerintah HATI, 
HATI memerintah TUBUH, 
Berdiri sembahyang itu ALLAH jua yang ada, Yang Esa Sendirinya, Tiada duanya, karena ALLAH memuji dirinya sendiri, Itulah FANA kita, Tiada kita lagi bertubuh BATIN dan DZAHIR, Hanya ALLAH TA'ALA bertubuh MUHAMMAD BATIN dan DZAHIRNYA 
.
MUHAMMAD itulah RAHASIA atau SIRR, di dalam SIRR itu AKU (Allah) itulah HAKEKAT NAFAS kita, 
Tatkala Mengatakan -HU- maka Yang mengatakan -ALLAH- itu adalah MUHAMMAD dan yang Empunya kata itu DZAT ALLAH TA'ALA 
Tatkala Mengatakan -HU ALLAH- maka HU itu DZAT-NYA dan ALLAH itu ASMA-NYA 
.
'USHOLLI HAQQI MUHAMMADIN SAW'
'ALLAH . . . . HU . . . AKBAR' 
.
^ ALLAH : Dzat Allah bagi diri, Sifat Allah bagi Rupa, Asma Allah bagi nama, Af'al Allah bagi kelakuan
^ AKBAR : Hayat itu hidup, Ilmu itu tahu, Kodrat itu kuasa, Iradat itu berkehendak
 
.
- NYAWA sholat : Takbir ratul Ihram 
- NAFAS sholat : Niat
- KEPALA sholat : Fatihah
- TUBUH sholat : Tuma'ninah
- TANGAN sholat : Sujud
- Telinga sholat: setengah qiyam ruku 
KAKI sholat : Salam 
.
AL-QUR'AN DALAM DIRI itu ialah, Cara 'MENGHILANGKAN' kemudian 'MENYATAKAN' Adalah dengan mengetahui tentang PERJALANAN SHOLAT DA'IM Yaitu :
1. Di dalam sulbi MAUL HAYAT
(mesrakan turun nafasmu ke sulbi)
2. Di pohon kalam MADI (nuk)
3. Di pucuk kalam MANI,
4. Ke luar kalam MANIKAM 
(Jalil Jalallah nama asli bayi)
5. Mulai masuk NUTFAH,
6. Umur 1 bulan RUH NABATI
(Jalallah)
7. Umur 3 bulan RUH JASMANI,
8. Umur 5 bulan RUH NAFSANI,
9. Umur 7 bulan RUH ROHANI, 
(tik.. tik..)
10. Umur 9 bulan RUH IDHAFI
(Haq.. Haq.. memuji dirinya RABBUN) 
11. Keluar dari rahim,
WALADAL INSAN AMINULLAH.
12. Umur 7 hari MUHAMMAD,
13. Umur 40 hari MUHAMMAD IDHAFI,
14. Umur 2 Tahun MUHAMMAD AINAL INSAN,
15. Umur 7 tahun MUHAMMAD SHOLATULLAH,
16. Umur 10 tahun MUHAMMAD SHOLAWATULLAH (detik nafas)
17. Umur 14 tahun MUHAMMAD KAMARULLAH,
18. Umur 25 tahun MUHAMMAD AMINULLAH,
19. Umur 35 tahun MUHAMMAD SHIRATULLAH,
20. Umur 40 tahun MUHAMMAD UZUNULLAH,
21. Umur 41 tahun MUHAMMAD RASULULLAH,
22. Ketika Isra' Mi'raj ABDULLAH,
23. Ketika di langit MUHAMMAD MUTLAK,
24. Ketika di Mustawan AHMAD,
25. Ketika umur 63 tahun KALAMULLAH,
26. Ketika kembali RAHMATULLAH, 
27. Ketika di Mahsar AL HASYIR,
28. Lebur ke hadirat Allah HABBIBULLAH,
29. Nama yang ter-rahasia AHMAD ABUL QASIM,
30. Nama tiada huruf tiada suara HAQ . . HAQ . . (aslinya)
Itulah 30 huruf, 30 ayat, 30 juz menjadi AL-QUR’AN dalam dirimu 
.
MAKA ILMU NAFAS ITU DINAMAKAN :
1. Bila diluar = Ilmu Gaibul Guyub.
2. Bila didalam = Ilmu Sirrul Asrar. 
.
Dari NAFAS itulah munculnya IBADAH MUHAMMAD, Dari JASAD itulah munculnya IBADAH ADAM, Sebagaimana yang ada di dalam Rukun Islam bahwa IBADAH MUHAMMAD itu adalah SHOLATUL DA'IM atau Sholat yang terus-menerus tanpa henti,
WAHDAH FIL KASRAH 
'Pandang satu kepada yang banyak' 
.
NAFAS itu yang keluar masuk dari MULUT . . . 
NUFUS itu yang keluar masuk dari HIDUNG . . .
TANAFAS itu yang keluar masuk dari TELINGA . . .
AMFAS itu yang keluar masuk dari MATA . . . 
.
Maka NAFAS itulah yang menuju kepada 'ARASHTUL MAJID' karena itu hendaklah kita ketahui ILMU NAFAS, 
Yaitu ILMU GAIBUL GUYUB, karena termasuk dari IBADAH MUHAMMAD 
.
Ilmu Nafas harus disertai dengan ibadah praktek, akan sulit jadinya bila hanya dengan teori, maka Pahami dulu hal ini :
- NAFAS yang keluar dari lubang hidung kiri itu dinamakan JIBRIL, maka ucapannya 'ALLAH'.
- NAFAS yang masuk melalui lubang hidung kanan itu dinamakan IZRAIL, maka ucapannya 'HU'.

.
Zikirullah yang 2 diatas dinamakan NUR, Maka jadilah 2 NUR =
'ALLAH' + 'HU'.
2 NUR ini bertemu di atas bibir, tidak masuk ke dalam tubuh, amalan ini sampailah ke derajatnya yang dinamakan 'NURUL HADI', maka ke arah itulah yang dicapai 
.
Setelah itu ....
NAFAS naik di dalam BADAN dan dinamakan AHMAD, 
NAFAS yang turun dari ubun-ubun sampai kepada JANTUNG NURANI itu dinamakan IZRAIL, 
ucapannya 'ALLAH', 
NAFAS yang dari JANTUNG naik sampai ke Ubun-Ubun itu dinamakan JIBRIL, maka ucapannya 'HU', 
Maka amalan inilah yang dinamakan : 
'SYUHUDUL WAHDAH FIL KASRAH, SYUHUDUL KASRAH FIL WAHDAH' 
.
HU + ALLAH : Kedua perkara ini hendaklah diamalkan walau tanpa wudhu dan jangan dikencangkan suaranya hanya kita yang dengar semata-mata 'KHAFI'
(lafadz di dalam hati) 
.
Sesungguhnya yang dinamakan HATI (Qalbu) itu adalah NUR yang memancar dari bagian bawah JANTUNG (bagian Muhammad) ke arah bagian atas JANTUNG (bagian Allah) 
.
Adapun zikir NAFAS itu adalah ketika keluar ALLAH dinamakan ABU BAKAR, 
zikirnya ketika masuk adalah HU dinamakan UMAR, letaknya NAFAS adalah di MULUT 
.
Adapun zikir ANFAS itu adalah ketika keluar adalah ALLAH dan ketika masuk adalah HU, letaknya ANFAS pada hidung, dinamakan MIKAIL dan JIBRIL 
.
Adapun zikir TANAFAS itu adalah tetap diam dengan 'ALLAH HU' letaknya di tengah-tengah antara dua telinga, dinamakan HAKEKAT ISRAFIL 
.
Adapun zikir NUFUS adalah ketika naik HU dan ketika turun adalah 'ALLAH' letaknya di dalam JANTUNG 
.
DIRI NUFUS ini dikenal dengan USMAN dan perkerjaanya dikenal sebagai ALI 
.
Sabda Nabi SAW :
'Barangsiapa keluar masuk nafas dengan tiada zikir, maka sia-sialah ia' 
Sabda Nabi SAW :
'Barangsiapa keluar masuk nafas dengan tiada zikir, maka sia-sialah ia' 
.
PUJIAN :
Puji Nur Rasulullah SAW, terbagi atas 12 Hijab yaitu :

1. HIJABUL KUDUS
(Kekuasaan)

Pujinya= 
'SUBHANA RABBIAL A'LA'
2. HIJABUL AKBAR
(Kebesaran)

Pujinya=
'SUBHANA ALIMISSIRI WA AHFA' 
3. HIJABUL MINNAH
(Pemberian)

Pujinya=
'SUBHANA RABBIAL ADZIM'
4. HIJABUL RAHMAH
(Kasih Sayang)
 
Pujinya=
'SUBHANA RAUFFUR RAHIM'
5. HIJABUL SYA'ADAH,
(Kebahagian)

Pujinya=
'SUBHANA MAN HUWA DA’IMUN' 
6. HIJABUL KAROMAH,
(Kemulian)

Pujinya=
'SUBHANA ALIMUN HAKIM'
7. HIJABUL MANJILAH,
(Anugrah)
 
Pujinya=
'SUBHANA ZIL MULKIL A'LA'
8. HIJABUL HIDAYAH,
(Petunjuk)

Pujinya=
'SUBHANA RABBIAL ARSYIL AZIM'
9. HIJABUL NUBUAH,
(Kenabian)

Pujinya=
'SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI' 
10. HIJABUL RIB'AH,
(Keberuntungan)

Pujinya=
'SUBHANAL MALIKIL KUDDUS' 
11. HIJABUL TA'AH,
(Ketaatan)

Pujinya=
'SUBHANAL KADMUL AZALI'
12. HIJABUL SYAFA'AT,
(Syafa'at)

Pujinya=
'SUBHANAL MALIKUL MA'BUD' 
.
Jadi.. Adanya Nur terbagi 12 Hijab dengan puji-pujinya itu tiada lain ... kesemuanya adalah HU 
.
Firman tuhan : 
'AKU adalah PERBENDAHARAAN yang tersembunyi AKU ingin dikenal, Maka AKU ciptakan makhluk agar mereka mengenali AKU' 
.
Engkau tiada memiliki sesuatu apapun jua.. Kecuali apa yang AKU kehendaki untuk menjadi milikmu, Bahkan tiada juga engkau memiliki Dirimu, Karena AKUlah Maha PenciptaNya, Tiada pula engkau memiliki Jasadmu, Karena AKUlah yang membentukNya, Hanya dengan pertolongan-KU,Engkau dapat berdiri..
Dan dengan 'Kalimah-KU' Engkau datang ke dunia ini 
.
Katakanlah TIADA NYATA HANYA AKU, Kemudian tegaklah berdiri di jalan yang benar, Maka tiada Tuhan melainkan AKU Dan tiada pula wujud sebenarnya wujud kecuali untuk-KU, Dan segala yang selain daripada-KU Adalah dari ciptaan tangan-KU, Dan dari tiupan Ruh-KU 
.
Segala sesuatu adalah kepunyaan-KU, Bagi-KU dan untuk-KU, Jangan sekali-kali engkau merebut apa yang menjadi kepunyaan-KU, Kembalikan segala sesuatu kepada-KU, Niscaya akan Kubuahkan pengembalianmu dengan tangan-KU, Dan Kutambah padanya dengan kemurahan-KU, Serahkan segala sesuatu kepada-KU, Niscaya AKU selamatkan engkau dari segala sesuatu 
.
Ketahuilah, Bahwa hamba-KU yang terpercaya adalah… Yang mengembalikan segala yang selain-KU kepada-KU, Lihatlah dengan pandangan tajam kepada-KU, Bagaimana cara AKU melakukan pembagian, Niscaya engkau akan melihat pemberian dan penolakan, Yang merupakan dua bentuk yang di-asma-kan, Agar dengan demikian engkau mengenal-KU 
.
Sesungguhnya engkau telah melihat AKU sebelum dunia terhampar Dan engkau pasti mengenal siapa yang telah engkau lihat, Dan kepada AKU lah engkau akan kembali, Ketika AKU ciptakan sesuatu untukmu, Dan AKU tutupi (hijab) atasmu Lalu engkau pun tertutup dengan tirai dirimu sendiri, Kemudian AKU menghijab engkau dengan diri-diri yang lain, Yang mana diri-diri yang lain itu menyeru kepadamu dan pada dirinya.. Dan menjadi penghijab daripada-KU, Setelah semuanya itu… Maka AKU pun kembali menyata di balik semuanya itu, Dan dari belakang semuanya itu Kuperkenankan akan diri-KU, AKU katakan kepadamu, Bahwasanya AKU lah Maha Pencipta, AKU lah yang menciptakan semuanya ini.. Dan bahwasanya AKU menjadikan engkau khalifah atas semuanya itu 
.
Ketahuilah, Bahwa semuanya itu adalah amanah dari-KU, Dan diharuskan untuk-mu mengembalian amanah itu kepada-KU, Maka periksalah dirimu setelah engkau mempercayai-KU,Sudahkah engkau mengembalikan segala sesuatu itu kepada-KU..? Dan sudahkah engkau memenuhi perjanjian yang telah engkau buat dengan-KU..? 
.
ingatkah atau pahamkah engkau dengan kalimah ini 
MAN ARAFAH NAFSAHU FAKAD ARAFAH RABBAHU
'Siapa mengenal Dirinya ia mengenal Tuhannya',
Maksudnya :
MAN ini adalah bertaraf makhluk, namun apabila ia mengenal dirinya NAFSAHU (Manusia) maka barulah ia mengenal TuhanNya yang bernama RABBAHU, Yaitu Tuhan yang bertaraf LAISA KAMISLIHI SYAIUN (Yang tidak berupa apa pun jua) 
.
Maksudnya lagi :
MAN ini jika kita bawa kepada pengertian NAFSAHU maka ia akan membawa kepada manusia yang
'LAISA KAMISLIHI SYAIUN'
Yaitu MANUSIA yang BATIN atau dikenal sebagai INSAN atau di kenal juga sebagai DIRI SEBENAR DIRI yang bertaraf NYAWA atau NAFAS, 
NYAWA atau NAFAS adalah bagian dari diri ROHANI, fungsinya adalah menghidupkan DIRI JASMANI atau DIRI yang bernama DIRI TERPERI 
.
Coba rasakan di dalam TUBUH itu ada yang TURUN dan NAIK atau yang KELUAR dan yang MASUK, Anasirnya terdiri dari NAFAS, NUFUS, AMFAS dan juga TANAFAS, yang senantiasa mengingat AKU tanpa henti-hentinya 
.
Seharusnya diri manusia yang bertaraf MAN dan NAFSAHU ini wajib di kenali, dan ibadahnya pun wajib juga di kenali, karena inilah NILAI SEBENAR MANUSIA 
.
Diri terperi juga mempunyai komponen Rohani yang lain Yaitu :
ROH, AKAL dan NAFSU, 
.
Lebih jelasnya adalah :
Dalam JASAD itu ada dua ROH, 
PERTAMA ROH YAQAZAH,
(Roh Jaga = akal+nafsu) 
jika ia berada pada JASAD, jadilah MANUSIA itu JAGA, maka apabila ia KELUAR dari JASAD maka tidurlah manusia itu dengan mimpinya
KEDUA ADALAH RUHUL HAYAT(Nyawa) jika ia berada pada JASAD maka hiduplah JASAD, apabila ia KELUAR dari JASAD maka MATILAH manusia itu 
Kedua jenis Roh ini berada dalam jasmani manusia, tiada yang mengetahui tempatnya melainkan AKU (ALLAH) 
.
ROH itu adalah Satu bernama RUHUL YAQAZAH yang terdiri daripada ROH, AKAL dan NAFSU, Ruhul Yaqazah ini juga di kenal sebagai HATI, ia memberikan fungsi kepada manusia supaya 'HIDUP BERARTI', dengan adanya ROH ini di dalam JASAD maka dapat memberikan kekuatan kepada setiap komponen JASMANI, AKAL dapat memberikan kemampuan berfikir, mengingat, dan berperasaan, sementara fungsi yang terdapat pada anasir NAFSU adalah untuk menimbul suatu HASRAT atau BERKEINGINAN 
.
RUHUL YAQAZAH ini jika dia masih berada didalam JASAD maka manusia akan menjadi aktif (sadar) dan apabila ia keluar dari JASAD maka JASMANI menjadi hilang kesadaran secara total, semua ini adalah atas ketentuanku jua 
.
Surah Az Zumar ayat 42 menyatakan bahwa : 
Ruhul Yaqazah ini di tahan kemudian di lepaskan, jika dilepaskan jasad menjadi aktif dan apabila ditahan maka jasad menjadi hilang kemampuannya, hasratnya, berfikirnya, maka jadilah jasad tidur
(lihat lagi Surah Al An'am ayat 60) 
.
Sementara ROH yang satu lagi dinamakan RUHUL HAYAT atau di kenal sebagai NYAWA kepada JASAD, atau dikenal juga sebagai INSAN BATIN, RUHUL HAYAT (Roh menghidupkan) ini selama ia tidak KELUAR dari JASMANI maka JASAD tidak akan MATI, akan tetapi apabila ia KELUAR maka JASAD manusia akan MATI dan menjadi BUSUK atau HILANG (ghaib), 
Sementara RUHUL YAQAZAH akan mengikuti kemana saja RUHUL HAYAT berada 
.
Kesimpulan Awal..
ROHANI yang terdiri daripada Anasir ROH, AKAL, NAFSU dan NYAWA adalah makhluk yang TERSIRAT dan yang berhak diistilahkan sebagai DIRI YANG SEBENARNYA kepada manusia, ROHANI yang lebih awal Aku jadikan sebelum Aku ciptakan MANUSIA dari jenis yang TERSURAT 
.
JASMANI ibarat RUMAH (tempat kediaman) yang mana kita boleh keluar dan masuk dan memeliharanya dengan baik supaya dapat tinggal lama disitu, Karena itulah engkau perlu mengucapkan rasa syukur apabila Rohani itu di kembalikan kedalam jasmani agar dapat meneruskan kerja KHALIFAH di bumi ini.



EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

Start typing and press Enter to search