ASAL-USUL IBLIS

- February 04, 2018
 
Di Jaman itu saat Jaman ORBA penulis mendatangi seseorang teman dan meminta dia untuk memandu melihat iblis yang aslinya. Saat tengah malam di kamar gelap saya duduk berdua dengan dia,  tangan saya yang kiri di pegang dia kuat-kuat lalu disuruh pejam mata kuat-kuat. Lalu dia baca-baca pelan-pelan.
Saat mata saya pejam kuat-kuat saya kaget samar-samar ada kakek bertopi lancip warna hitam, baju dan celana hitam, wajah tua hitam ,semua tangan dan kaki hitam, semua badannya hitam saat lewat melintas berjalan agak bungkuk. Lalu dia bilang iblis sudah lewat, saya jawab ohh ..semua hitam yah. Teman saya bilang ' itu bentuk aslinya, dia bisa berubah betuk menjadi yang lain sesuai keinginannya'. 

Dengan cara yang sama saya ingin melihat syaitan dari Bangsa Jin. Ternyata dia itu kebanyakan kurus, kuku panjang, punya ekor, badan mirip manusia cuman kepalanya kebanyakan bentuknya hewan.

Dan ini kisah asal-usul IBLIS....
Alkisah, beribu-ribu tahun sebelum ada manusia, dunia ini sudah dihuni oleh sejenis makhluk dari golongan jin, mereka dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Di antara mereka ada yang beribadah dan ada yang tidak, walaupun Allah mewajibkan mereka beribadah menyembahNya.
Allah SWT. berfirman, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56)

Di antara sekian banyak keturunan jin, Izzazil adalah yang paling taat kepada Allah. Berbeda dengan manusia, jin bisa berumur sampai ribuan, bahkan puluhan ribu tahun. Begitu pula Izzazil. Ia beribadah kepada Allah selama 1000 tahun. Kemudian atas permintaannya ia dipindahkan oleh Allah ke langit pertama.
Di situ ia beribadah kepada Allah selama 1000 tahun juga. Lalu ia dipindahkan ke langit seterusnya, sampai langit ke tujuh. Di masing-masing tingkatan langit, ia beribadah kepada Allah SWT selama 1000 tahun. Jadi Izzazil beribadah kepada Allah selama 8000 tahun.

Karena ketaatan dan pengabdiannya, Allah mengangkatnya ke derajat Al-Muqarrabun, yaitu derajat tertinggi di sisi Allah. Lebih dari itu, Allah menobatkan Izzazil sebagai imam para malaikat yang berkedudukan di langit. Merasa berada dalam derajat yang mulia, maka ketika Allah memerintahkan dirinya dan para malaikat bersujud kepada Adam, Izzazil dengan berbagai dalih menolak. Penolakan itu disebabkan karena ia merasa lebih mulia dan lebih baik dibandingkan Nabi Adam as.

Selain itu ia juga merasa bahwa dirinya makhluk yang lebih dulu diciptakan, lebih lama dalam beribadah dan lebih tinggi martabatnya dibandingkan Nabi Adam yang baru diciptakan Allah swt. Kesombongan dan rasa iri hati itulah sebenarnya penyebab utama mengapa Izzazil membangkang perintah Allah swt. Karena pembangkangannya itu, akhirnya ia terusir dari surga dan dinamakan iblis. Sebelum meninggalkan surga, iblis sempat bersumpan akan mengganggu dan menggoda anak keturunan Adam sampai hari kiamat.


EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

Start typing and press Enter to search